IMS (IP Multimedia Subsystem)

IP Multimedia Subsystem (IMS)
By. Mustapa Wangsaatmadja
Moderator. Fazmah Arif Yulianto
Written By. Asri Anggraini W

untuk memenuhi tugas 9 Kapita Selekta

IMS (IP Multimedia Subsystem) merupakan teknologi yang muncul dengan diawali oleh kehadiran teknologi softswitch yang merupakan awal dari konsep teknologi NGN (Next Generation Network). Pada terminologi NGN, pemisahan softswitch dari fungsi application server memungkinkan penggelaran layanan atau aplikasi dapat dilakukan tanpa mengubah konfigurasi layer transport maupun layer akses di bawahnya. Perkembangan teknologi NGN selanjutnya bergerak maju menuju konvergensi layanan voice dan data antara PSTN dengan PLMN (mobile). Konvergensi antara jaringan PSTN, PLMN, dan jaringan data (khususnya IP) diharapkan dapat mempertemukan tiga kekuatan besar, yaitu layanan voice yang menjadi andalan PSTN, mobility, dan kekayaan layanan yang dimiliki PMLN dan internet-based application (transfer informasi, dan transaksi) yang menjadi kekuatan IP. Konvergensi ini berujung pada layanan multimedia dengan dukungan bandwidth yang memadai dan mobilitas tinggi. Di antara konsep, multimedia, mobile, dan IP inilah teknologi IMS lahir melengkapi teknologi NGN (softswitch).

Prinsip dasar jaringan IMS adalah mengintegrasikan antara teknologi wireless dan wireline dengan berbagai layanan yang dapat ditangani, contohnya layanan suara dan layanan data. Prinsip dari teknologi ini yaitu mengatur session yang muncul untuk setiap layanan.

Jaringan 3G bertujuan menggabungkan dua paradigma sukses dalam komunikasi yaitu internet dan komunikasi seluler. IMS adalah elemen kunci dalam arsitektur 3G yang memungkinkan tersedianya akses seluler dimanapun ke seluruh layanan internet. IMS memungkinkan kita dapat browsing web favorit, membaca/mengirim email, menonton film, atau mengikuti video conference dimanapun kita berada dengan menggunakan perangkat 3G.

Standar IMS mendefinisikan arsitektur umum yang menawarkan layanan VoIP dan multimedia dan secara internasional pertama kali dispesifikasikan oleh Third Generation Partnership Project (3GPP/3GPP2) dan juga dikembangkan oleh badan standarisasi lain seperti ETSI/TISPAN. Standar IMS mendukung banyak teknologi akses jaringan termasuk GSM, WCDMA, CDMA2000, akses pita lebar jaringan tetap, dan WLAN.

Jaringan IMS dapat digunakan pada jaringan core atau backbone untuk jaringan wireless seperti wireless LAN dengan dukungan Quality of Service yang memadai. QoS yang disediakan pada jaringan IMS diantaranya adalah teknologi MPLS. MPLS (Multi-Protocol Label Switching) adalah suatu metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informasi dalam label yang dilekatkan pada paket IP.

Bagi operator, IMS mengambil konsep arsitektur berlapis lebih jauh dengan mendefinisikan arsitektur horizontal, dengan fungsi umum seperti OSS dan pelayanan dapat digunakan pada banyak aplikasi. Arsitektur horizontal pada IMS juga menyediakan interoperabilitas dan roaming, dan mampu mengontrol bearer sebagai pembawa informasi, termasuk pembebanan dan keamanan jaringan.
IMS mampu mengirimkan layanan lebih berstandarisasi, dan terstruktur yang merupakan ciri khas kebanyakan arsitektur berlapis. Pada saat yang sama, IMS menyediakan arsitektur yang mampu menyederhanakan dan mempercepat penciptaan layanan dan proses aktivasi dan administrasi layanan (provisioning), sekaligus tetap mendukung layanan dan jaringan yang telah ada. Arsitektur IMS yang horizontal memudahkan operator untuk mengimplementasikan layanan baru, mengeliminasi struktur jaringan tradisional yang kompleks dan boros. IMS menyediakan pola sukses internet pada jaringan telekomunikasi yang akan menyelesaikan masalah-masalah yang mengganggu operator telekomunikasi. IMS adalah subsistem pengendali pada layer yang lebih tinggi, tidak tergantung pada akses teknologi tertentu. Lebih jauh perlu diklarifikasi apa yang dimaksud menggabungkan internet dengan komunikasi seluler dan dimana letak keuntungannya. Untuk itu, diperlukan pengenalan domain-domain yang berbeda pada jaringan 3G berbasis IMS, yaitu domain circuit-switched dan packet-switched.

Domain circuit-switched adalah evolusi dari teknologi 2G. Sirkuit pada domain ini dioptimasikan untuk mengirim video dan suara, meskipun domain ini juga dapat digunakan untuk mengirim pesan singkat. Meskipun teknologi circuit-switched telah digunakan sejak kelahiran telepon, tren yang ada adalah untuk menggantikannya dengan teknologi packet-switched yang lebih efisien. Jaringan seluler juga mengikuti tren ini, dan jaringan 3G menggunakan domain packet-switched.

Domain packet-switched menyediakan akses IP ke internet. Sementara terminal 2G bertindak sebagai modem untuk membawa paket IP melalui sebuah sirkuit, terminal 3G menggunakan teknologi packet-switched yang khusus untuk melakukan komunikasi data. Dengan cara ini transmisi data bisa lebih cepat dan bandwidth yang tersedia untuk akses internet juga meningkat. Pengguna dapat menelusuri web, membaca email, mendownload video, dan secara maya dapat melakukan apapun melewati koneksi internet broadband, seperti ISDN (Integrated Service Digital Line Network) atau DSL (Digital Subscriber Line). Hal ini berarti pengguna manapun dapat menginstalasi klien VoIP dalam terminal 3G-nya dan membuat panggilan VoIP melalui domain packet-switched.

Jadi, kenapa perlu IMS jika semua kelebihan internet sudah tersedia pada pengguna 3G melalui domain paket? Itu adalah karena QoS, pembebanan, dan integrasi layanan yang berbeda-beda. Problem utama dengan domain paket dalam memberikan laynan real-time multimedia adalah domain ini memberikan layanan yang bersifat best effort tanpa ada QoS. Jaringan tidak memberi jaminan jumlah bandwidth yang didapat pengguna untuk suatu koneksi khusus atau mengenai waktu tunda yang dialami paket. Karena itu, kualitas percakapan VoIP dapat berubah secara dramatis selama durasinya. Pada waktu tertentu suara pada ujung telepon yang lain dapat terdengar jelas, beberapa waktu kemudian sudah tidak terdengar dengan jelas lagi.

Jadi salah satu alasan terciptanya IMS adalah untuk menyediakan QoS yang diperlukan untuk dinikmati pada sesi multimedia. IMS memperhatikan pembuatan sesi multimedia yang sinkron dengan QoS yang ditentukan sehingga pengguna puas.

Tujuan IMS tidak hanya untuk menyediakan layanan baru tetapi untuk menyediakan seluruh layanan, sekarang dan yang akan datang, yang disediakan internet. Untuk mencapai tujuan ini, IMS menggunakan teknologi internet dan protokolnya (IP). Jadi, sesi multimedia antara dua pengguna IMS, yaitu: antara sebuah pengguna IMS dengan sebuah pengguna internet, dan antara dua pengguna internet dibangun dengan menggunakan protokol yang tepat sama. Protokol pensinyalan yang digunakan dalam IMS adalah SIP (Session Initial Protocol). Selain itu, antar muka untuk pengembang layanan juga berdasarkan IP.

IMS memerlukan terminal cerdas yang kompatibel dan mendukung SIP. Terminal ini memerlukan kapasitas prosesor yang lebih kuat dari terminal tradisional, tentunya desain terminal lebih rumit dan lebih memakan daya. Dalam beberapa tahun selama layanan 3G diperkenalkan, bottleneck terbesar ada pada terminal.

IMS harus diposisikan untuk memberi layanan VAS non real-time, seperti: PoC, IM, Presence, dan videosharing. Ketika membangun jaringan mobile berbasis softswitch, penekanan utama pada layanan suara. Pengembangan softswitch mobile berarti IMS dapat dikembangkan bersamaan. Bagian dari VAS dapat dikembangkan dalam IMS. Operator dapat menambahkan layanan yang tidak terkait dengan kanal suara, seperti: network address book, VOD, dan streaming. Dengan melanjutkan pengembangan jaringan dan layanan, harus ada usaha lebih jauh untuk menggapai pelanggan tingkat tinggi dan memperkenalkan VoIP pada jaringan IMS, dalam rangka memperkaya layanan suara.

~ by asri on June 11, 2009.

14 Responses to “IMS (IP Multimedia Subsystem)”

  1. oalah mbak-mbak, kalo pun misale sampeyan ini ngasih spasi antar paragrap saya tetep ndak ngerti, apalgi ini ndak ada spasinya blas😆

  2. 3 tahun lalu udah dapet modul-nya buat dibaca-baca .. tapi ndak mudeng .. hihihi

  3. TA ku…. hehehe…

    wah pernah baca ini artikel sebelumnya.. cm lupa dari mana.

  4. iya ngambil dari banyak artikel kayaknya…
    ak kan banyak bgt baca artikel tentang ini, jadi kayknya dah pernah baca..hehehe.😀

    halah dibikinin pula… ckckckck

  5. “iya, tp kakak ga mau ”
    maksudnya apa nih?

    • gak mau buatin,,, ah kakak nih, ganteng-ganteng tapi lemot😛

      *hadoh, maaf Tuhan, saya telah memfitnah orang, saya mengatakan dia ganteng😦
      tapi Tuhan, bukankah menyenangkan hati orang lain itu amal Tuhan?
      klo begitu impas ya… Tuhan? baiklah…

      –stress–*

  6. ckckck… hahahahaha..

    maksudku kok gak nyambung sama yg kubilang diatasnya..😛

    ni anak udah jelek lemot pula.. hahahha (bales dendam)

    PS: komen di-edit ya kk, jgn ngambek😉

  7. yah diedit, udh balesan yg satunya dihapus juga..😦

  8. makasih mba asri, artikel tentang IMS nya bermanfaat sekali 😀
    tapi kira-kira kalo bicara masalah penerapan jaringan IMS nya langsung, gimana ya? misalnya pd packet tracer gt. mungkin mbaknya bisa bantu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: