RPL OOT : Process-Centered

Postingan pertama tentang kuliah.

Berikut disampaikan review untuk tugas reading assignment mata kuliah RPL OOT (Object Oriented Technique)

Process-Centered Review of Object Oriented Software Development Methodologies
By. Asri Anggraini W / 113088085 / Institut Teknologi Telkom Bandung


Tujuan :
Untuk membantu pengguna metodologi (contoh : manajer proyek, tim pengembang, dan auditor/pemeriksa), memahami proses, menjalankan tahap, dan menantikan interaksi yang metodologi butuhkan secara implisit atau eksplisit.
Memberikan informasi yang mungkin berguna untuk pengguna metodologi yang ingin memilih proses untuk proyeknya. Untuk membantu user mengisi proses pada proyeknya.

Deskripsi dari metodologi berdasarkan template process-centered berisi bagian-bagian berikut ini:
1) Pengenalan; berisi pendahuluan berupa sejarah metodologi dan fitur-fitur yang berbeda, seperti: overview abstrak pengembangan proses dari metodologi.
2) Jumlah subsection; tiap level sub proses pada proses pengembangan metodologi berisi:
• detail aktivitas pada sub proses dan urutan prosesnya.
• deskripsi singkat bahasa permodelan yang digunakan pada subproses, dijelaskan sebagai bagian dari aktivitas yang relevan.

Metodologi, pola proses, dan metamodel proses yang dijelaskan:
1) Metodologi
• Seminal: Shlaer-Mellor, Coad-Yourdon, RDD, Booch, OMT, OSA, OOSE, BON, Hodge Mock, Syntropy, Fusion.
• Integrated: OPM, Catalysis, OPEN, RUP/USDP, EUP, FOOM.
• Agile: DSDM, Scrum, XP, ASD, dX, Crystal, FDD.
2) Pola Proses: Ambler
3) Metamodel Proses: OPF (bagian dari metodologi OPEN), SPEM.

Software Development Methodology (SDM), metodologi pengembangan perangkat lunak; merupakan kerangka berpikir untuk menerapkan praktik rekayasa perangkat lunak dengan tujuan yang spesifik untuk menyediakan perubahan yang penting untuk mengembangkan sistem intensif perangkat lunak.
SDM dapat didefinisikan sebagai sebuah rekomendasi tahap, prosedur, aturan, teknik, alat, dokumentasi, manajemen, dan pelatihan yang digunakan untuk mengembangkan sistem. [Avison & Fitzgerald 2003b]

SDM lebih mudah dimengerti ketika berisi 2 bagian pokok: [OMG 2003]
1) Satu set permodelan konvensional berisi bahasa permodelan (sintaks dan semantik).
2) Sebuah proses, yang:
• menyediakan panduan urutan aktivitas.
• menspesifikasikan artifak-artifak yang harus dikembangkan dengan bahasa permodelan.
• menunjukkan tugas developer sebagai individu dan sebagai tim secara keseluruhan.
• menawarkan kriteria untuk memonitor dan mengukur produk-produk proyek dan aktivitas-aktivitas.

#Metodologi Berbasis Objek#
1) Seminal (Generasi Pertama dan Kedua)
Generasi pertama SDM disebut berorientasi obyek, namun pada kenyataannya adalah campuran: sebagian terstruktur, sebagian berbasis obyek. Tahap analisis menggunakan analisis terstruktur; membuat DFD, ERD, dan state diagram. Tahap desain terkonsentrasi pada memetakan hasil analisis pada cetak biru berbasis obyek dari perangkat lunak. Metodologi ini sekarang dikategorikan sebagai transformasi [Monarchi & Putar 1992].
Metodologi berbasis obyek yang murni muncul tahin 1986 [Booch 1986]. Generasi pertama metodologi ini dikembangkan pada 1986-1992. Generasi kedua muncul antara 1992-1996.
Kegagalan pada komunitas rekayasa perangkat lunak mendorong usaha pengintegrasian, yang pertama yaitu Unified Modelling Language (UML) – diadopsi oleh Object Management Group (OMG) sebagai bahasa permodelan berbasis obyek yang standar pada 1997 [OMG 2004].
2) Unified Modelling Language (UML)
UML merupakan hasil pemaksaan penggabungan bahasa permodelan visual yang digunakan pada metodologi berbasis obyek, mengikuti realisasi meskipun ada banyak term proses dan model life-cycle, banyak metodologi berbasis obyek menggunakan diagram yang identik. UML merupakan perubahan terbesar yang menandakan akhir dari metodologi seminal dan awal dari euforia integrasi.
3) Integrated (Generasi Ketiga)
Metodologi ini merupakan hasil menggabungkan metodologi seminal dan dikarakteristikkan oleh proses-centerednya; secara tipikal bertarget pada varietas aplikasi yang sangat luas. Integrasi memiliki hasil dengan metodologi yang luas, susah di-menej dan ditentukan [Boehm & Turner 2004]. Dalam usaha untuk mengatur, beberapa memiliki ukuran yang ekstrim untuk menjamin kustomisasi [RUP], yang lain berpindah pada kerangka berpikir proses generik yang secara instan menghasilkan proses (OPEN), yang lain hanya memilih untuk memproses pola untuk kustomisasi (Catalysis).
Gagal dengan metode ini menyebabkan berpindah ke metode agile [Highsmith 2000b].
4) Metode Agile
Metode cepat (agile) pertama muncul pada 1995 [Highsmith 2002; Abrahamsson 2002; Schuh 2005]. Persepsi pertama pada metode agile adalah bukan apa-apa tetapi mengontrol kode dan memperbaiki pendekatan, dengan sedikit atau tidak ada tanda pemotongan prosesm hanya sedikit –meskipun berpengaruh- perubahan metodologi ini, yang berdasarkan praktik desain program, coding, dan testing yang dipercaya dapat memperbesar fleksibilitas dan produktivitas pengembangan perangkat lunak.
Agile software development juga dipengaruhi perubahan pola-pola pada tahun 1990 [Coplien 2006]. Perilaku metode agile sebagai metode pengembangan PL dirangkum dalam “Agile Manifesto”. [Beck 2001]

• Individual & interaksi
• Working software
• Kolaborasi dengan customer
• Merespon perubahan

VS

• Proses & alat
• Dokumentasi
• Negosiasi kontrak
• Mengikuti perencanaan

5) Pola Proses dan Metamodel Proses
UML memperbolehkan metodologi untuk fokus ke proses sebagai gantinya dari merancang bahasa permodelan yang baru, pengalaman yang diperoleh dari relativitas lama dan pengalaman sejarah OOSDM membantu penemu metodologi mengidentifikasikan pola dan persamaan dari proses yang ada.
Pola proses adalah hasil menambah abstraksi ke komponen proses, oleh karena itu mempresentasikan jalan untuk mengembangkan metodologi hingga komposisi yang sesuai [Ambler 1998a,b].
Proses metamodel, dengan kata lain, merupakan hasil menambahkan abstraksi pada proses keseluruhan, meng-generalisasi proses atau metamodel; proses kemudian dapat dibangun melalui instansiasi metamodel ini [OMG 2002].

#Masalah-masalah pada SDM#
1) Teknik penentuan kebutuhan masih lemah, dan penelusuran kebutuhan jaranga da. Kebutuhan ditangkap secara tidak baik atau hilang selama proses pengembangan [Nuseibah & Fasterbrook 2000].
2) Ketidakkonsistenan model merupakan masalah yang serius. UML memperburuk situasi, sebagai gantinya kembangkan itu. [Paige & Ostroff 2002, Dori 2002a,b].
3) Metodologi integrasi terlalu kompleks untuk dikuasai secara efektif, dikonfigurasi, dan digunakan [Highsmith 2000b; Boehm & Turner 2004]. Walaupun sebagian besar dirancang untuk mengakomodasi kustomisasi dan diturunkan, pada praktiknya hal itu susah dibangun kembali [Boehm & Turner 2004].
4) Meskipun mendapat penghargaan, metode agile masih belum matang [Abrahamsson 2003; Boehm & Turner 2004, 2005; Coram & Bohner 2005; Nerur 2005; Turk 2005; Boehm 2006].
• Asumsi yang tidak realistis.
• Susah diukur
• Tidak spesifik, proses yang ambigu
5) Pengembangan tanpa kerutan, yang diprakarsai metodologi seminal, tidak mendapat apresiasi dan didukung pada metodologi modern sekarang [Paige & Ostroff 2002].

Sumber : ACM Computing Surveys, Vol 40, No 1, Article 3, Publication date: February 2008

~ by asri on December 12, 2008.

6 Responses to “RPL OOT : Process-Centered”

  1. hueheue.. akhirnya.. ada postingan yg bermutu lagi di blog ini.. hehehehehe… ijin ngopi ya asr..🙂

    Asri said:
    jd selama ini postingan asr ga bermutu gt?😦

  2. saya juga izin ngopi ya…terima kasih…mudah2an anda dapat balasan yang jauh lebih baik..hehehe….

    Asri said:
    silakan silakan… makasih ya…

    *kirain d postingan serius ga ada yg komen😀

  3. Wah.. dikerjain Nuri (asisten RPL) ya?.😀
    Mau ajah.. :p
    *mode ngompor2in ga jelas : on

    Asri said:
    yeee, salah weee, bu Ayu kok yg nyuruh😉

  4. ini ngomong apaan seh?😛

    Asri said:
    haduh, dbales ma kakek😀

  5. Kirain OMG 2003 itu singkatan dari Oh My God 2003.

    Asri said:
    hehehe, itu OMG aja, tanpa 2003😉

  6. […] sumber : https://hsifles.wordpress.com/2008/12/12/rpl-oot-process-centered/ […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: